gumara datang lagi

April 16th, 2009 by jiwa-biru

gumara datang lagi!

dia membawa belati dan tawa kecil di sudut hati yang mungil

“berlarilah akan kukejar kau sampai batas mati, aku akan terus menanti”

gumara datang lagi!

kali ini dia membawa mimpi

“pandangilah bentangan negeri dihadapanmu, kuajak kau berlari karna aku tak berani terbang tinggi”

gumara datang lagi!

dengan jumawa di jejak kaki

‘aku telah jauh melangkah, kali ini aku tak ingin lagi sendiri’

gumara datang lagi, mungkin sampai ia menyadari bahwa ia hanya bermimpi.

mungkin dia kan datang lagi, menenteng cemeti dan hembusan amarah yang lelah disimpannya.

“tunggu saat kau tak bisa mengelak lagi”

lalu aku hanya bertanya dalam sunyiku yang nyeri

‘lalu kapan kau akan mati? mati dari ambisi!’

atau kini kau merasa bahwa bahwa kau akan terhindar dari mati?

gumara akan datang lagi?

apakah dia akan tetap bermimpi?

Bookmark and Share

hai,..

February 19th, 2009 by jiwa-biru

“mengapa dingin?”

“mengapa hanya diam?”

“mengapa langsung kau tinggal pergi? seakan menghindar..”

“mengapa kau tak datang?”

“kau tak takut?”

“tidak seperti yang kau pikirkan.”

“hanya gitu saja lho.”

“kasar.”

“jangan jahat-jahat mon..”

“hpmu mati ya?”

banyak tanya. hanya satu jawab; :)
knapa? karena aku tahu…^_^

Bookmark and Share

kabut cahaya

February 1st, 2009 by jiwa-biru

dalam sudut bumi diantara kabut nyata dan payung awan yang menghitam dua pasang  mata, jauh namun saling bertahta bercakap dihadapan nyala layar hidup diantara mereka

Jiwa : semarak bunga sadarkan harum wangi surga…
mata air surga: surga? adalah ujung jalan penuh pesona, namun merangkak menujunya
Jiwa: berlarilah….
karena DIA kan melesat menujumu
mata air surga: betul, Dia sudah memasang kuda-kuda di hadapanku, uluman kasihNya siap menyambutku
Jiwa : dan sekuntum mawar terikat pada pengikat pelananya
mata air surga: mawar yang tak layu, mengembang di relung waktu, di surgaku
Jiwa : apakah mawar itu berwarna biru?
mata air surga: tidak, karena warnanya di surga mengelukan lidah, terperangah
menegukkan liur, membuatku tersiur
Jiwa: seperti napas yang tak henti mengucap syukur
lalu, apakah ada lelah di sana?
yang kadang melesak menghunjam jiwa?
mata air surga: ada. lelah bertasbih, lelah yang tak melelahkan

lalu mereka hening dalam pikirnya, menatap layar yang berkedip. bersama kerinduan yang tak terucapkan…

Bookmark and Share

December 3rd, 2008 by jiwa-biru

tahukah kau tentang harapan?

tahukah seberapa besar ia mampu menerangi jiwa

tahukah kau jika tiba-tiba dia hilang…

pupus tercerabut, atau kau cabut…

tahukah kau jika kau adalah orang yang diharapkan, yang memberi harapan…

tahukah kau, jika kau beri harapan, hatimu. tentang cinta, janji, masa depan,

kehangatan, kebahagiaan, ketenangan, kedamaian,…

kau telah siapkan kehancuran baginya.

kau telah siapkan lubang kubur untuk kebahagiaannya

jadi… berpikirlah kembali jika kau tak ingin menyakiti

bisa jadi dia tegar, kuat, perkasa, tenang.

namun jika menghancurkan?

dirinya sendiri. atau masa depannya.

masih maukah kau memberikan harapan?

tanpa kau pikir ulang….

* bisa jadi setiap senyum dan pertanyaan adalah harapan.

yang kau berikan padanya.

Bookmark and Share

lelakidangadis

November 21st, 2008 by jiwa-biru

resahkenapaadalelah
matakenapaadadia
bayangkenapaadabayang
lukakenapadatangtanpaairmata
bahagiamengapaselalumerajadijiwa
hidupkenapaharusberbuat
matikadangdirindukandiharapkandandienyahkan
kamukenapaakurindu
ibudimanabatassabaritu
perempuanbenarkahperkasa
perempuanmengapakautakberkata
perempuanindahmusilaukanmatadansetan-setandisekelilingmutertawaterbahakmenjajakancantikmu
lelakimengapaterlaluangkuh
lelakimengapaterlihatjeri
lelakikaulemahkauresahkaulelah
gadismungilbersamacandanyayangmenyenangkan
gadiskecilbahkansudahtaumaknaberkorban
lelakikeciltelahtahubahwadirinyaistimewamenggodadanberkuasa

lelakikeciltelahangkuhberkataakulahyangsegalanyabukankaugadiskecil

lelakikecilmenatapdenganekormatanyaseakanberkataakutakakantundukpadamu

tapiiahanyaberkatapadadirinyanamuniatakmampumenahan

bahwaiamemujasangperempuan

danperempuandenganlembutnyaramahmelentangkanduatangannya

akudenganketidakmampuankuakanpenuhisegalaresahmu

perempuanterlihatkalah.namunlelakijumawadalamketakberdayaannya

bahkandalamkewajaranbangunanitutelakmeraja,berkuasadanlumrah

jadiwajarperempuankalah

akudalamruangsendirikudenganbeberapapasangmatamenatapmataku.

dhoho,surabaya-kediri

Bookmark and Share

September 19th, 2008 by jiwa-biru

pikirku kembali ke masa pertengahan sekolah menengahku..

saat aku berada diantara perempuan-perempuan itu.

yang pernah kukagumi sosoknya

saat banyak orang mencaci.

aku tahu mungkin aneh.

aku selalu ingin melongok di balik kisah legam mereka

karena aku lihat perkasa

dan luka, amarah, ‘pasrah’

tapi mereka menyerah.

dan mungkin berkata,”inilah aku. inilah tubuhku. hanya ini yang ada padaku.”

“kujual padamu karna anakku harus beli buku, atau sekedar mengejar senyum yang meninggalkan mereka. saat lelakilelaki tak tahu diri itu tertawa gembira bebas lepas berlari dari mata mungil mereka.”

aku lumpur, aku noda, aku tahu.

lalu apa?

kau hanya beri senyum sinis dan aku membela pahit.

tahukah kamu? aku juga rindu. seperti engkau. kepada penciptaku.

lalu kau bisa apa?

jawaban buntu karna aku tak tahu apa yang bisa aku beri untuk mereka.

moroseneng. dalam jiwa, yang rindu dewa. untuk membuat rumah. agar mereka juga bahagia. dan aku sadar mimpi itu tak terkejar…

Bookmark and Share

aku ijin…

August 16th, 2008 by jiwa-biru

aku ijiiin…
‘pergi’ sebentar
karena aku tidak mau berkata lelah, dan ungkapkan menyerah
aku ijin, andai kau ingin.
adakah ruang tergelap?
dan aku akan merenung disana
dan terlelap
karena mataku terus marah
mungkin dalam perjalanan
yang akan membawaku lagi
aku yang aku
bukan yang tak bisa terpahami
aku ijin.
tak usah kau temani
saat ini aku ingin sendiri.
tanpamu, atau siapapun.
aku ijin…
kau serahkankah ijin itu?

namun aku tetap menunggu. kabar darimu
siapapun
dari manapun.
jangan kau tanyakan
behkan akupun tak tahu.

aku ijin…
suatu saat aku kembali padamu
dengan senyumku. yang sebenarnya
bukan yang bawa tanya, atau khawatir darimu
semua…
aku ijin…
aku sudah bilang padanya
dan beliau berikan senyum tertulusnya
dan seutas doa. yang mengikatku
untuk mengingat pesannya.
aku ijin.

Bookmark and Share

beraaat..

August 11th, 2008 by jiwa-biru

saat mata ingin terpejam
dan kepala ingin berkata sudah
kenapa pikiran tak mau berhenti…
sampai aku dengar bahwa malam akan berakhir…

Bookmark and Share

August 4th, 2008 by jiwa-biru

suatu saat
engkau pasti tersenyum
karena duka tak bisa lama berkuasa

Bookmark and Share

July 20th, 2008 by jiwa-biru

sejuk yang selalu hadir didiriku
hanya bayangan yang ingin kuhadirkan
untuk meredam, bukan melawan
karena aku tahu aku hanya akan terpuruk
dan terus tenggelam dalam kegilaanku
dalam seluruh rasaku

hingga saatnya aku menyerah
dan mengatakan ‘terserah’

Bookmark and Share